Masalah bukan sebuah rintangan ketika partai sudah mendukung jangan pernah mengulik kesalahan jika harus dibuka dan dibeberkan satu persatu keburukan setiap partai bisa saja, tapi kita cintai damai, apa lagi setiap calon pilgub yang akan di usung apa lagi sudah diusung oleh pilgub sudah tentu akan banyak persaingan jatuh dan menjatuhkan itu sudah biasa kita lihat persentasi pilgub SUMSEL dari tahun 2017-2018 apa peyebab sampai terjadi seperti ini, apakah ada drama yang dimainkan apa hanya permain saja untuk saling menjatuhkan.
silahkan kalian ulik sendiri prestasi apa yang sudah di torekan oleh pilgub masing masing yang akan dilangsung kan pemilihan pada tangal 27-juni-2018 kalau enggak ada perubahan.
UNTUNG SAYA ORANG YANG SEDIKIT JUJUR JADI WALAU SAYA DUKUNG (HD) SAYA TIDAK MAU MENJATUHKAN PIHAK LAIN BAKAL CALON PILGUB LAWAN LAIN. SILAHKAN MASYARAKAT LIHAT SENDIRI SIAPA CALEG YANG ANDA DUKUNG DAN LIHAT MASA DARI MASA TAHUN DARI TAHUN. APA YANG SUDAH DILAKUKAN APA YANG SUDAH DIBUAT MASLAAH DAN KASUS APA YANG SUDAH TERJADI.
Tahun 2017
Herman juga menduduki posisi pertama dari aspek popularitas. Ia meraih
suara 88,5%, disusul Syahrian Oesman (86,1%), Ishak Mekki (82,8%), Dodi Reza
(73,1%), dan Saifudin Aswari (36,4%) di posisi 5 besar.
Berikut ini hasil elektabilitas cagub Sumsel versi survei Populi:
1. Herman Deru 22,1%
2. Dodi Reza Alex Noerdin 14,8%
3. Ishak Mekki 12,3%
4. Syahrian Oesman 4,3%
5. Saifudin Aswari Rivai 3,8%
6. Ridho Yahya 1,1%
7. Eddy Santana 0,9%
8. Alex Noerdin 0,8%
9. Mawardi Yahya 0,6%
10. Iskandar M Sahil 0,4%
11. Giri Ramanda Kiemas 0,4%
12. SN. Prana Putra Sohe 0,3%
13. Harnojoyo 0,3%
14. Sarimudo 0,1%
15. Febuar Rahman 01%
16. Muzakir Sai Sohar 0,1%
17. Tidak tahu/tidak jawab 37,9%
Berikut ini hasil elektabilitas cagub Sumsel versi survei Populi:
1. Herman Deru 22,1%
2. Dodi Reza Alex Noerdin 14,8%
3. Ishak Mekki 12,3%
4. Syahrian Oesman 4,3%
5. Saifudin Aswari Rivai 3,8%
6. Ridho Yahya 1,1%
7. Eddy Santana 0,9%
8. Alex Noerdin 0,8%
9. Mawardi Yahya 0,6%
10. Iskandar M Sahil 0,4%
11. Giri Ramanda Kiemas 0,4%
12. SN. Prana Putra Sohe 0,3%
13. Harnojoyo 0,3%
14. Sarimudo 0,1%
15. Febuar Rahman 01%
16. Muzakir Sai Sohar 0,1%
17. Tidak tahu/tidak jawab 37,9%
Secara
perseorangan, Herman Deru masih menjadi calon terkuat dengan tingkat
elektabilitas 17,88 persen. Diikuti secara berturut-turut Dodi Reza Alex
Noersdin (9,63 persen), Ishak Mekki (7,25 persen), Syahrial Oesman (5,38
persen), Alex Noerdin (3,13 persen), Saifudin Aswari Riva’i (2,50 persen), Edi
Santana Putera (2,13 persen), Antasari Azhar (1,38 persen), Muzakir Sai Sohar
(1,00 persen), Ridho Yahya (1,00 persen). Tokoh selain itu di bawah 0,75
persen, Tidak tahu/tidak menjawab 43,13 persen.
Herman
Deru-Muhammad Irwansyah: 31,25 persen
Dodi Reza Alex-Giri Ramanda Kiemas: 21,25 persen
Ishak Mekki-Saifudin Aswari Riva’i: 19,38 persen
tidak tahu/tidak menjawab: 28,13 persen
Simulasi empat pasangan calon
Herman Deru-Sarjan Taher: 31,38 persen
Ishak Mekki-Saifudin Riva’i: 20 persen
Syahrial Oesman-Iskandar M Sahil: 11,50 persen
Edi Santana Putera-Susno Duaji: 6,88 persen
Herman Deru-Saifudin Aswari: 34,50 persen
Dodi Reza Alex-Giri Ramanda Kiemas: 20,13 persen
Ishak Mekki-Iskandar M Sahil: 14,88 persen
Edi Santana-Sarjan Taher: 5,13 persen
Dodi Reza Alex-Giri Ramanda Kiemas: 21,25 persen
Ishak Mekki-Saifudin Aswari Riva’i: 19,38 persen
tidak tahu/tidak menjawab: 28,13 persen
Simulasi empat pasangan calon
Herman Deru-Sarjan Taher: 31,38 persen
Ishak Mekki-Saifudin Riva’i: 20 persen
Syahrial Oesman-Iskandar M Sahil: 11,50 persen
Edi Santana Putera-Susno Duaji: 6,88 persen
Herman Deru-Saifudin Aswari: 34,50 persen
Dodi Reza Alex-Giri Ramanda Kiemas: 20,13 persen
Ishak Mekki-Iskandar M Sahil: 14,88 persen
Edi Santana-Sarjan Taher: 5,13 persen
tahun 2018
Selain itu, pasangan Ishak Mekki-Yudha Pratomo Mahyuddin mendapatkan dukungan 18,4% dan Saifudin Aswari Rivai-Muhammad Irwansyah 8,6 %. Sedangkan pemilih yang belum memutuskan dukungannya mencapai 22,1%.
sekarang kalau kita tinjau dan bersipikulasi saya rasa akan terjadi kembali serangan kuda hitam seperti tahun 2017 yang lalu. jadi sekarang masyarakat harus pintar dna jelih dalam menentukan pilihan pilgub SUMSEL jangan sampai tertipu dengan topeng yang dikemas ciamik dalam rekayasa seyum tapi menghayutkan sampai kita saja susah untuk membacanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar